Nemukabar.com - Buntut dari terbunuhnya seorang remaja kulit hitam usia 18 tahun di kota Ferguson, Missouri, Amerika Serikat membuat berbagai orang dari ras kulit hitam melakukan aksi unjuk rasa. Mereka meminta agar pihak kepolisian untuk segera membeberkan siapa nama pelaku penembakan terhadap pemuda tersebut.
Aksi demonstrasi tersebut membuat pihak kepolisian setempat terpaksa menembakkan gas air mata ke kerumunan massa. Hal ini lantaran para pengunjuk rasa melakukan aksi anarki dengan melempar bom molotov dan batu ke arah aparat kepolisian. Insiden yang berlangsung pada Minggu (17/8/2014) sekitar pukul 20.30 waktu setempat membuat suasana kawasan jalan Florissant mencekam.
Seperti yang dikutip dari Mashable.com, kerusuhan ini membuat sebuah restoran milik McDonald hancur dan dijarah isinya. Bahkan akibat tembakan gas air mata, seorang anak berusia 8 tahun harus menahan rasa pedih di mata lantaran terkena gas.
"Seorang anak kecil usia 8 tahun dilaporkan terkena gas air mata," dikutip dari Mashable.com, Senin (18/8/2014).
Pihak kepolisian setempat memberlakukan jam malam selama masa menegangkan tersebut masih berlangsung.
Diketahui bahwa pada sepekan yang lalu, seorang remaja usia 18 tahun diketahui tewas lantaran diterjang timah panas tepat di bagian kepala dan punggung oleh seorang oknum polisi. Kematian remaja bernama Michael Brown itu pun menyulutkan emosi warga Ferguson, MO, USA. Emosi warga semakin tersulut saat pihak kepolisian malah merahasiakan identitas polisi yang menembak korban lantaran upaya keamanan.
Source image : @jonswaine
Source image : @jonswaine
Kerusuhan di Ferguson, Polisi Setempat Tembakkan Gas Air Mata
Reviewed by Muhammad Ibnu Idris
on
13:42
Rating:
Reviewed by Muhammad Ibnu Idris
on
13:42
Rating:

No comments:
- Berikan respon anda dengan memberikan komentar yang baik. Baca Disclaimer.
- Kotak komentar ini hanya dikhususkan bagi pengunjung yang memiliki akun Google (Gmail / Google Plus).
- Jika anda tidak memiliki akun Google, silahkan berkomentar via Facebook di bagian atas.