Nemukabar.com - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang di selenggarakan serentak tangal 9 Juli 2014 lalu, menghasilkan polemek antar pendukung kedua calon. Masing-masing Timses mendeklarasikan kemenangan mereka versi Quick Count. Perolehan sementara berdasarkan lembaga survei, pasangan Prabowo-Hatta dan Pasangan Jokowi-Jk masing-masing unggul di Lembaga Survei yang berbeda.
Pendukung kedua Partai Politik saling menguatkan dan ingin mempertahankan hasil perhitungan versi quick count. selain itu, media sosial juga dijadikan sarana untuk saling mengelontarkan dan memperkuatkan dukungan mereka, emosi dan caci maki bisa jadi terlontarkan.
Awaludin, SE (Ketua Umun HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara) mengajak kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan masyarakat harus bersikap dewasa dalam berpolitik.
"Masyarakat harus dewasa dalam berpolitik dan jangan mudah terprovokasi jika ada indikasi yang membuat kerusuhan," ujar Awal saat berbincang dengan nemukabar (17/7/2014). di Cilosari Jakarta.
Awal mengkwatirkan masyarakat mudah terpancing dan mau di adudomba, sehingga terjadi kerusahan-kerusahan disana-sini. dampak dari Pilres bukan menghasilkan perdamaian dan kebanggaan tapi kehancuran, tandasnya.
Awal juga menambahkan, siapapun yang menjadi Presiden Republik Indonesia ke-7, harus ciptakan Indonesia damai dan agar aparatur Negara menjaga supportifitas, jujur, adil dalam Pemilu Presiden ini.
Hasil Lembaga survei, akan di ketahui Real Count yang sesungguhnya setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan rekapitulasi pada tanggal 22 Juli mendatang.
HMI Pustara : Mengajak Masyarakat Agar Dewasa Dalam Berpolitik
Reviewed by Unknown
on
16:15
Rating:

No comments:
- Berikan respon anda dengan memberikan komentar yang baik. Baca Disclaimer.
- Kotak komentar ini hanya dikhususkan bagi pengunjung yang memiliki akun Google (Gmail / Google Plus).
- Jika anda tidak memiliki akun Google, silahkan berkomentar via Facebook di bagian atas.