Nemukabar.com - Hingga sampai saat ini, organisasi berbasis Islam, Front Pembela Islam (FPI) masih gencar untuk menolak Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok untuk maju menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Mereka bahkan telah mengumumkan agenda demo rutin setiap hari Jumat sepanjang bulan Oktober 2014. Agenda tersebut sebagai bentuk dari perlawanan FPI untuk menggulingkan Ahok yang dinilai sebagai sosok arogan dan 'Kafir'.
Menurut salah satu tokoh FPI regional Cianjur, Ustadz Arif Gumelar menyampaikan bahwa perjuangan FPI adalah untuk memerangi tindakan kemaksiatan dan menjaga agar umat Islam tak melakukan tindakan maksiat.
"Sejak kami mendeklarasikan diri pada tahun 1998 silam dengan misi untuk memberantas kemaksiatan nasional pun menuai kontroversi tingkat nasional. Tapi bagi kami, menyelamatkan 250 juta jiwa dari tindakan kemaksiatan itu bentuk rahmatan lil 'alamin," ujar Arif di Bogor, Minggu (12/10/2014).
Tentang isu pembubaran FPI oleh berbagai kalangan, Arif pun menyatakan jika orang-orang yang meminta FPI bubar adalah termasuk kalangan liberal. Bahkan ia pun menantang agar oara kelompok maupun orang yang kontra dengan FPI untuk berperang secara sehat.
"Dari dulu FPI selalu digembar-gemborkan untuk dibubarkan. Itu pernyataan dari golongan liberal. Mari kita berperang dengan cara sehat. Kami juga punya strategi khusus dan kami siap untuk itu," imbuh Arif dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut informasi, FPI regional Cianjur, Jawa Barat akan dikerahkan ke jakarta untuk ikut dalam aksi solidaritas penggulingan dan pententangan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama dengan laskar Front Pembela Islam dan Front Umat Islam (FUI).
Gambar ilustrasi.
Mereka bahkan telah mengumumkan agenda demo rutin setiap hari Jumat sepanjang bulan Oktober 2014. Agenda tersebut sebagai bentuk dari perlawanan FPI untuk menggulingkan Ahok yang dinilai sebagai sosok arogan dan 'Kafir'.
Menurut salah satu tokoh FPI regional Cianjur, Ustadz Arif Gumelar menyampaikan bahwa perjuangan FPI adalah untuk memerangi tindakan kemaksiatan dan menjaga agar umat Islam tak melakukan tindakan maksiat.
"Sejak kami mendeklarasikan diri pada tahun 1998 silam dengan misi untuk memberantas kemaksiatan nasional pun menuai kontroversi tingkat nasional. Tapi bagi kami, menyelamatkan 250 juta jiwa dari tindakan kemaksiatan itu bentuk rahmatan lil 'alamin," ujar Arif di Bogor, Minggu (12/10/2014).
Tentang isu pembubaran FPI oleh berbagai kalangan, Arif pun menyatakan jika orang-orang yang meminta FPI bubar adalah termasuk kalangan liberal. Bahkan ia pun menantang agar oara kelompok maupun orang yang kontra dengan FPI untuk berperang secara sehat.
"Dari dulu FPI selalu digembar-gemborkan untuk dibubarkan. Itu pernyataan dari golongan liberal. Mari kita berperang dengan cara sehat. Kami juga punya strategi khusus dan kami siap untuk itu," imbuh Arif dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut informasi, FPI regional Cianjur, Jawa Barat akan dikerahkan ke jakarta untuk ikut dalam aksi solidaritas penggulingan dan pententangan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama dengan laskar Front Pembela Islam dan Front Umat Islam (FUI).
Gambar ilustrasi.
FPI : Selamatkan 250 Juta Jiwa dari Kemaksiatan itu Rahmatan Lil 'Alamin
Reviewed by Muhammad Ibnu Idris
on
23:30
Rating:
Reviewed by Muhammad Ibnu Idris
on
23:30
Rating:

No comments:
- Berikan respon anda dengan memberikan komentar yang baik. Baca Disclaimer.
- Kotak komentar ini hanya dikhususkan bagi pengunjung yang memiliki akun Google (Gmail / Google Plus).
- Jika anda tidak memiliki akun Google, silahkan berkomentar via Facebook di bagian atas.