10 Hari Lagi Jelang Kematian Satinah di Arab Saudi

Satinah
Nemukabar.com - Siapa yang tak miris mendengar kabar salah satu pejuang devisa Indonesia harus menanti detik-detik ajal di Tanah Arab. TKW asal Dusun Mrunten, Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Jawa Tengah bernama Satinah (41) akan menemui kematian pada tanggal 3 April 2014 nanti. Jika dihitung mundur dari hari ini ada 10 hari lagi sisa waktu Satinah sebelum meregang nyawa di mimbar pancungan.

Apakah masih ada secercah harapan bagi Satinah untuk bisa tetap hidup dan berkumpul lagi dengan keluarga tercinta di tanah air. Seharusnya ada, Satinah bisa dibebaskan asalkan membayar diyat (tebusan) kepada pihak pemerintah Arab Saudi sebesar 7 juta riyal atau setara dengan Rp. 21 miliar. Uang sebesar itu bagaimana Satinah bisa sanggup membayarnya apalagi dalam waktu dekat ini.

Kasus Satinah
Pada tahun 2007 silam, Satihan dituduh telah membunuh dengan sengaja majikan perempuannya di Arab Saudi bernama Nura Al Garib. Dalam persidangan di buraidah, Arab Saudi, ia mengaku terpaksa membunuh majikannya itu lantaran tidak terima dituduh mencuri uang senilai 38 ribu riyal. Selain itu, Satinah mengaku sering kali dianiaya oleh majiakkanya itu dengan cara yang tidak wajar.

Pada tahun 2009, Satinah dikurung di balik jeruji besi di kota Gaseem hingga jatuhnya kasasi pada tahu 2010. Setelah itu pada tahun tahun yang sama, Satinah divonis hukuman mati. Seharusnya Satinah menghadap algojo di tahun 2011, namun ada pemberian tenggat waktu yang kemudian dilakukan sebanyak tiga kali yaitu tahun Desember 2011, Desember 2012 dan Juni 2013.

Upaya Penyelamatan Satinah dari Hukuman Pancung
Sejauh ini pemerintah Indonesia baru sanggup menyetor uang sebesar 4 juta riyal atau sekitar Rp. 12 miliar. Jelas uang segitu belum cukup untuk menyelamatkan nyawa Satinah dari hukum pancung. Namun dari kisah yang disampaikan oleh media Indonesia terhadap nasib warga Indonesia yang tengah menunggu ajal di Arab Saudi, berbagai kalangan mulai tergerak hatinya untuk membantu.

Salah satunya adalah dari Pemerintah Kabupaten Semarang. Sekda, Budi Kristiono mencoba melakukan apapun yang ia bisa untuk membantu Satinah. Melalui upaya penggalangan dana kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kota itu Budi nekad agar Satinah bisa segera dibebaskan.

Melalui interuksi resmi dengan mengedarkan surat perintah kepada seluruh kepala dinas dan mengerahkan bawahannya untuk menyumbangkan berapapun dana untuk dikumpulkan dan disetorkan ke rekening pemerintah provinsi yang kemudian bisa digunakan untuk menambah biaya diyat yang dibebankan oleh Satinah di Arab Saudi itu.

Selain itu juga pemerintah Kabupaten juga menggandeng Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) untuk ikut mengulurkan tangannya membantu pahlawan devisa itu terbebas dari jeratan hukuman pancung. Sontak upaya tersebut mampu menggetarkan hati untuk ikut membantu menggalangkan dana.

Apakah uang sebesar itu bisa dikumpulkan dalam waktu dekat. Indonesia harus ikut berjuang menyelamatkan Satinah. Berapapun sumbangsih yang diberikan dalam penggalangan dana ini sangat berarti demi mencapai Rp. 21 miliar itu agar Satinah bisa kembali tersenyum dan berkumpul dengan anak dan keluarganya lagi di tanah air.
10 Hari Lagi Jelang Kematian Satinah di Arab Saudi 10 Hari Lagi Jelang Kematian Satinah di Arab Saudi Reviewed by Muhammad Ibnu Idris on 16:16 Rating: 5
Powered by Blogger.