Nemukabar.com - Seorang ibu seharus membimbing dan mencintai buah hatinya, tapi lain cerita di surabaya seorang ibu menjual darah dagingnya sendiri yang baru berusia 16 tahun menjadi Pekerja Seks Komersil (PSK).
Yuki Andaryati (37) seorang ibu yang tega menjual anaknya sendiri, kelakuan bejat ibu tersebut tak hanya samapi disitu. dia juga menjual temen anaknya yang diasunya yang masih di bawah umur 14 tahun.
"Ibu korban mengantarkan langsung ke mucikarinya," kata Iptu Teguh Setiawan kepada wartawan, Senin (30/12/2013).
Kanit Vice Control (VC) Jatanum Polrestabes Surabaya itu mengatakan "peristiwa itu berawal saat Mia Sagita (42), teman Yuki menawari kedua korban bekerja di kafe dengan iming-iming gaji besar".
Kedua korban Menyanggupi ajak Mia. ternyata tawaran itu hanya bohong belaka.Yuki Andaryati terus mendesak Mia agar mencari kerjaan untuk anaknya karena lagi terdesak oleh kebutuhan ekonomi.
"Mia lalu menawari kedua korban untuk bekerja di sebuah wisma dengan imbalan Yuki akan diberi hutang Rp 1 juta," tambah Teguh.
Mia pun menyampaikan maksudnya sekaligus permintaan Yuki. Setelah itu, Mia bersama Yuki mengantarkan kedua korban kepada Robert. Robert berjanji akan memberi hutang Rp 1 juta jika kedua korban betah bekerja di wisma itu.
"Rencananya uang itu akan dibagi bertiga antara Yuki, Mia dan Rosidi," ujar Teguh.
Tidak sesuai dengan perjanjian, korban sudah dipaksa melayani 7 pria hidung belang. Tak lama Polisi akhirnya bisa membongkar aksi trafficking tersebut dan menyelamatkan para korban serta menangkap para tersangka dan hanya rosidi yang berhasil lolos, menjadi buronan pihak kepolisian.
Yuki masih mengelak bila dikatakan menjual anak kandunganya sendiri, padahal Padahal Yuki sendiri yang membuat surat pernyataan dan setuju anaknya diberikan ke Wisma Madona.
(J-P)
(J-P)
Seorang Ibu Menjual Anaknya Jadi PSK
Reviewed by jupri yanto
on
21:19
Rating:
Reviewed by jupri yanto
on
21:19
Rating:

No comments:
- Berikan respon anda dengan memberikan komentar yang baik. Baca Disclaimer.
- Kotak komentar ini hanya dikhususkan bagi pengunjung yang memiliki akun Google (Gmail / Google Plus).
- Jika anda tidak memiliki akun Google, silahkan berkomentar via Facebook di bagian atas.