Nemukabar.com - Kekacauan perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) menimbulkan kisruh di berbagai pihak. Banykanya indikasi manipulasi suara pun menjadi sorotan media. Ada apa yang sebenarnya terjadi sehingga kebobrokan instansi negara yang bertanggung jawab untuk menangani suara rakyat guna menentukan para elit politik semakin terlihat jelas.
Salah satu caleg Nasdem, Kisman Latumakulita menyampaikan dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini menjelaskan bahwa sebenarnya tak seharusnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi petugas penyelenggaraan pemilu. Hal ini yang sangat ditakutkan adanya indikasi praktik kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
"Jangan ada PNS yang ditunjuk menjadi petugas TPS, karena mereka pasti nurut apa kata kepalanya yaitu Bupati atau Camat," ujar Kisman, Galeri Cafe Cikini, Kamis (8/5/2014).
Salah satu nara sumber dalam diskusi politik tersebut pun hadir juga anggota DPD RI, Poppy Darsono yang juga maju dalam pileg 2014 kemarin menjelaskan bahwa banyak ditemukan indikasi-indikasi tak beres dalam pemilihan legislatif tanggal 9 April yang lalu. Permainan suap dan manipulasi suara pun banyak ditemukan. Bahkan dia mengaku suaranya bisa berubah drastis secara mendadak.
Lalu apakah benar KPU sedang bermain-main dengan hukum sehingga kekacauan pemilu ini akan berdampak sistemik apalagi kebobrokan pemilihan umum ini juga sangat berdekatan dengan pemilihan presiden yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 9 Juli mendatang. Siapkah KPU menyelenggarakan pilpres 2014 yang aman dan sesuai dengan aturan konstitusi?
Perhitungan Suara Bobrok, Siapkah KPU Laksanakan Pilpres 9 Juli Mendatang?
Reviewed by Muhammad Ibnu Idris
on
17:41
Rating: