Hari ini tepat pada tanggal 11 Mei 2014, mesin pencari terbesar di dunia, Google sedang ikut memperingati Hari Ibu Internasional. Perayaan yang diselenggarakan oleh perusahaan milik Larry Page itu dilakukan dengan menampilkan sebuah gambar khusus berupa Google Doodle.
Peringatan Hari Ibu Internasional memang diselenggarakan pada hari ini dan berbeda dengan Hari Ibu Nasional yang selenggarakan di Indonesia yang jatuh pada tanggal 22 Desember. Meskipun berbeda-beda hari perayaan, namun makna yang terkandung pun memang sama.
Hari Ibu diperingati sebagai sebuah bagian dari bentuk apresiasi kepada sosok wanita khususnya ibu yang dipercaya memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan siklus hidup manusia. Peran seorang ibu di keluarga memiliki tugas domestik yang dianggap sangat berjasa. Salah satunya adalah mengurus rumah, mendidik anak, mengerjakan pekerjaan rumah hingga yang lainnya.
Salah satu derajat sosok ibu yang dijunjung tinggi pun di kuatkan dalam ajaran agama bahwa Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu. Makna tersirat ini bukan berarti surga yang sebenarnya ada di bawah telapak kaki ibu. Namun makna yang dimaksut bahwa harkat martabat seorang ibu memang lebih tinggi. Hormat kepada ibu menjadi keharusan, patuh dan takdzim kepada ibu menjadi kewajiban bagi anak.
Tanpa ibu, manusia pun tak akan pernah hidup bahkan tak akan pernah ada di dunia ini. Jasa seorang ibu di saat-saat melahirkan pun taruhannya adalah dua, yaitu hidup dan mati. Tepat berada di garis antara dunia dan alam kematian. Selain itu 9 bulan menahan rasa begah dan sakit menampung sang anak dalam perut buncitnya. Semua dijalani tentunya dengan rasa ikhlas.
Ibu adalah sosok guru yang pertama kali memberikan pelajaran kepada sang anak. Belajar berjalan, berbicara, belajar tertawa, hingga yang lainnya. Ibu tetap sabar mendampingi anak dalam melawati tumbuh kembang hingga menjaganya dari berbagai ancaman hingga bahaya yang ada di sekeliling sang anak.
Jika semuanya sudah diperjuangkan oleh Ibu, masih pantaskah sang anak tak menghargai sosok Ibu. Bahkan pantaskah sang anak untuk membentak-bentak sosok Ibu. Lalu jika tak hormat kepada Ibu, kapankah sang anak harus menghargai Ibu, apakah menunggu hingga sang Ibu sudah terbujur kaku di liang lahat?
Di momentum yang baik seperti ini, sebaiknya mulailah menempatkan posisi sosok Ibu di atas kepentingan diri sendiri. Bahkan tak hanya di satu momentum saja, tapi setiap saat.
Hari Ibu Internasional, Momentum Untuk Sang Ibu Tercinta
Reviewed by Muhammad Ibnu Idris
on
11:47
Rating:
Reviewed by Muhammad Ibnu Idris
on
11:47
Rating:

No comments:
- Berikan respon anda dengan memberikan komentar yang baik. Baca Disclaimer.
- Kotak komentar ini hanya dikhususkan bagi pengunjung yang memiliki akun Google (Gmail / Google Plus).
- Jika anda tidak memiliki akun Google, silahkan berkomentar via Facebook di bagian atas.