Nemukabar.com - Pedagangn daging anjing semakin meningkat, hal ini didukung lagi beberapa wilayah di Indonesia terdapat restoran yang menyajikan masakan daging anjing di sana. Banyaknya konsumsi daging anjing di kalangan masyarakat membuat aktivis pecinta binatang, Devina Veronica angkat bicara.
Jika ada persepsi bahwa mengkonsumsi daging anjing memiliki dampak atau khasiat tersendiri bagi kesehatan manusia dan beberapa khasiat lainnya seperti sebagai peningkat vitalitas pria maupun sebagai obat anti radang, hal ini ternyata dibantah keras oleh ketua Komunitas Garda Satwa Indonesia (GSI). Ia menjelaskan bahwa anjing bukanlah jenis binatang yang untuk dimakan. Data yang dibeberkan adalah hasil dari sebuah riset WHO pada tahun 2008 yang lalu.
Dari riset tersebut menjelaskan bahwa faktor terbesar dari penyebaran penyakit rabies di Indonesia adalah dengan menkonsumsi daging anjing oleh para pedagang daging. Hal ini lantaran distribusi daging anjing yang biasa dilakukan adalah bahwa anjing yang dijual tersebut tidak bisa dipastikan sterilisasinya. Anjing yang didistribusikan biasanya berasal dari anjing yang diambil dari jalanan. Mereka dibunuh, dipotong-potong dan didistribusikan ke pedagang pengolahan daging anjing.
Akibat dari ketidak jelasan sumber anjing tersebut, bisa dikhawatirkan jika anjing tersebut tak jelas vaksinasi yang digunakannya, bahkan beberapa penyakit yang diidap oleh anjing itu pun tidak bisa dipastikan. Beberapa penyakit yang bisa dikhawatirkan bisa menjangkit penyakit Kolera dan Trikinosis.
Kolera atau disebut dengan Asiatic Cholera adalah penyakit menular di saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakterium Vibrio cholerae. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi oleh sanitasi yang tidak benar atau dengan memakan daging yang tidak dimasak secara benar.
Trikinosis adalah sebuah penyakit parasit yang disebabkan oleh adanya cacing gelang atau cacing pita. Hal ini bisa disebabkan karena pengolahan daging tidak sempurna atau kurang matang bahkan tidak steril.
Demi menyelamatkan anjing-anjing dan menjaga penyebaran penyakit dari menkonsumsi anjing itu, bersama dengan para komunitas pecinta binatang seperti Animal Friends Yogya AFJ dan Jakarta Animal Aid Network JAAN, Devina ingin mengkampanyekan bahwa Anjing bukanlah binatang yang pantas dimakan. Bahkan proses jelang pengolahannya pun sangat mengerikan. Anjing-anjing itu dipukul-pukul hingga mati baru diolah.
"Anjing bukan hewan yang pantas dimakan, fakta kesehatannya pun bisa diperlihatkan. Anjing itu bukan untuk makanan," ujar Devina Veronica, Rabu (30/4/2014).
Source image : tribunnews
Devina Veronica : Anjing Itu Bukan Untuk Makanan
Reviewed by Muhammad Ibnu Idris
on
00:09
Rating:
Reviewed by Muhammad Ibnu Idris
on
00:09
Rating:
