Ditemukan Vaksin Anti HIV, Tak Mungkin Ada Obat Untuk AIDS

HIV/AIDS vaccine - Robert Gallo
Seks bebas dan narkoba sering kali diklaim menjadi salah satu faktor penyebaran virus HIV/AIDS terbesar di dunia. Penyebaran virus mematikan ini pun menjadi perhatian khusus para ahli medis di seluruh penjuru dunia.

Salah satunya adalah ahli medis sekaligus ilmuwan, dr Robert Charles Gallo. Ia adalah salah satu dari sekian banyak peneliti yang juga berkonsentrasi dengan penanganan dan eksperimental pada penyakit bernama Human Immunodeficiency Virus (HIV). Selain itu ia juga meneliti penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS) yang sampai saat ini menjadi momok bagi manusia.

Sejauh ini para peneliti dan ilmuwan termasuk dirinya lebih condong banyak membicarakan tentang HIV dibandingkan dengan AIDS, bahkan tak tanggung-tanggung, dokter lulusan ilmu kedokteran di Universitas Chicago itu menyebutkan bahwa ada kemungkinan besar tak akan ada obat bagi penyembuhan apalagi penanganan pada penyakit AIDS.

Dalam catatan yang dilansir oleh situs Time, Rabu (23/4/2014) melaporkan bahwa sejak tahun 1984 ada sekitar 20 kasus baru yang terjadi. Diantaranya adalah penyebaran virus HIV/AIDS. Ada sekitar 1,807 jiwa tewas lantaran penyakit AIDS.

Lebih dari 30 tahun para ilmuwan bekerja keras untuk menemukan solusi penyembuhan hingga penangkalan penyebaran virus mematikan itu. Namun sejauh ini para ilmuwan baru menemukan cara penyembuhan pada virus HIV. 

HIV sendiri adalah virus yang menyerang sel darah putih (limfosit) dan mengakibatkan rendahnya kualitas kekebalan tubuh sehingga para penderita virus HIV akan lebih rentan kerjangkit berbagai penyakit.

Temuan tersebut adalah sebuah kombinasi obat anti HIV yang diberinama Antiretroviral (ARV). Obat tersebut juga saat ini menjadi bahan penelitian Robert. Bahkan penemuan besar dunia itu telah diuji cobakan pada bayi keturunan penderita positif HIV. Hasilnya sangat mengejutkan. Bayi tersebut sanggup bertahan hidup secara normal dan tanpa keluhan seperti halnya para pengidap HIV pada umumnya.

Namun vaksin tersebut hanya mampu menyembuhkan secara fungsional yang artinya mampu menurunkan potensi pertumbuhan virus di dalam tubuh, virus HIV akan tertidur di dalam tubuh dan tidak dapat dikeluarkan secara utuh.

"Sampai kita bisa menemukan vaksin yang secara utuh bisa melindungi seseorang dari terinfeksi HIV, yang kita dapatkan hanyalah kesembuhan fungsional," ujar Robert dikutip dari situs Time.

Bagi bayi yang lahir dari rahim ibu maupun bapak penderita HIV, pemberian imunisasi seperti umumnya tak akan mampu melawan ganasnya virus HIV, langkah yang paling tepat adalah memberikan vaksin ARV pada bayi sehingga virus dapat ditekan untuk tak tumbuh dan menjalar, virus akan dibuat tidur dan tak berkembang dalam jangka waktu yang sampai saat ini masih menjadi penelitian para ilmuwan dunia.

Ditemukan Vaksin Anti HIV, Tak Mungkin Ada Obat Untuk AIDS Ditemukan Vaksin Anti HIV, Tak Mungkin Ada Obat Untuk AIDS Reviewed by Muhammad Ibnu Idris on 03:46 Rating: 5
Powered by Blogger.